Sehari Jadi Lara Croft di Angkor Wat

Traveler mungkin ada yang pernah menonton film Tomb Raider yang dibintangi Angelina Jolie. Datang ke Siem Reap di Kamboja, traveler bisa jadi Lara Croft sehari.

Sedangkan kali ini saya akan menceritakan mengenai serunya perjalanan sehari berburu candi di lokasi seluas 200 kilometer persegi. Angkor Wat salah satu kuil yang terbesar dan merupakan pintu gerbang menuju candi besar lainnya. Oleh karena itu Angkor Wat menjadi tujuan pertama dan utama di sini.

Dengan total 37 candi besar di Siem Reap, tidak mungkin seluruhnya bisa dijangkau dengan waktu satu hari. Perlu perancangan yang cermat supaya waktu yang hanya sehari bisa di manfaatkan semaksimal mungkin dan liburan bisa lebih bermakna.

Loket menuju Komplek Angkor Wat dibuka pukul 05.00. Usahakan datang sebelum jam tersebut, mengingat antreannya cukup panjang dan tiap orang harus di foto satu persatu. Terutama ini berlaku bagi yang ingin berburu sunrise di Angkor Wat.

Waktu itu saya kesiangan, sampai loket pukul 05.00 dan antrean sudah panjang. Perlu waktu sekitar 45 menit baru saya dapat tiket. Kalau melihat antrean seperti ini, tidak heran kalau jumlah wisatawan yang berkunjung ke Siem Reap tiap tahunnya meningkat.

Untuk tahun 2016, jumlah wisatawan luar negeri sebesar 2,1 juta atau sekitar 40% dari total wisatawan yang berkunjung ke Kamboja. Meskipun harga tiket cukup mahal, sekitar USD 37 untuk satu hari, tapi servis yang ditawarkan sesuai dengan harganya.

Pelayanan dari petugas cukup sigap, kebersihan terjamin. Serta mereka menjaga keasrian dari masing-masing objek tersebut. Sadar wisata penduduk lokal cukup tinggi.

Karena sudah terang, saya hanya ambil berapa jepretan saja di luar pintu utama Angkor Wat. Sebelum siang, kami menuju ke Lady Temple (Banteay Srei), jaraknya sekitar 40 km, atau 1,5 jam dengan menggunakan Tuk Tuk.

Ternyata keputusan kami tepat. Berkunjung ke Lady Temple ternyata harus pagi pas waktu buka, yaitu pukul 07.00. Dengan warna tanah oranye yang dipadu dengan sinar matahari pagi, membentuk komposisi yang sempurna.

Dipadukan dengan bayangan yang dapat menambah kedalaman dan terlihat kesan tiga dimensi. Dengan keindahan seperti ini rasanya ingin berlama-lama menikmati indahnya Lady Temple. Namun jangan sampai terbuai, masih ada 36 candi lagi.

Setelah berunding dengan waktu yang pendek, candi yang bisa kami jangkau hanya sekitar 10-12 candi besar saja, seperti Angkor Wat, Banteay Srei, Prasat Baksei Cham Krong, Bayon, Angkor Thom, Prasat Ta Prum, Prasat Takaeo, Prasat Ta Ney, Thommanon dan Chao Say Tepda.

Angkor Thom merupakan salah satu candi yang cukup besar dan terkenal serta unik. Dengan akar yang menjuntai tinggi dan besar, merupakan salah satu lokasi tempat syuting film Tomb Rider.

Jangan heran, kalau untuk foto di depan akar tersebut perlu antre dan bergantian dengan yang lain. Pukul 18.00 semua candi serentak tutup. Jadi jangan pernah bermimpi untuk hunting sunset di sini. Kecuali mengambil gambar dari luar dengan objek candi.

Mengingat jarak masing-masing candi ini cukup jauh dan untuk masuk ke lokasi hanya bisa dilakukan dengan jalan kaki. Dengan medan yang lumayan terjal untuk naik ke atas candi, saya sarankan sebelum berkunjung ke Angkor Wat perlu persiapan fisik yang prima.

Belum lagi cuaca yang cukup panas. Tangga untuk naik ke atas candi menurut saya tidak bersahabat. Di samping terjal, banyak candi yang tidak menyediakan pengaman atau pegangan. Jadi perlu extra hati-hati kalau ingin sampai di atas. Tidak perlu terlalu terburu-buru.

Plus kalau ambil foto, terutama kalau ingin selfie, pilih tempat yang memang benar-benar aman. Pakaian juga harus disesuaikan. Saya lihat di sana, karena ingin bergaya, mengenakan pakaian yang cukup ribet dan sepatu yang tidak sesuai. Hasilnya liburan tidak enjoy, keamanan tidak terjamin dan tidak bisa menikmati hasil keindahan dari kuil tersebut.

Karena cuaca yang cukup terik, pakaian senyaman mungkin dan tangan panjang atau pakai penutup tanga. Terakhir selalu siap dengan perbekalan, terutama air mineral.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *